Minggu, 08 April 2012

Sejarah Pendidikan Mongol


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sejarah peradapan islam pada masa kini merupakan sesuatu hal yang menarik untuk dipelajari. Pengetahuan dan pemahaman sejarah sangat diperlukan untuk mengenal masa lalu. Maka dari itu dalam makalah ini kami mencoba membahas serta menguraikan sejarah pendidikan islam pada masa Mongolia.
Pada lintas sejarahnya, peradapan islam mengalami pasang surut. Dimasa inilah juga mengalami perkembangan ilmu pengetahuan, serta juga mengalami kemrostan ilmu pengetahuan yang menjadikan faktor umat islam mengalami kehancuran.
Kemajuan dan peradapan juga harus berhadapan dengan kenyataan mengenaskan. Seperti penghancuran perpustakaan di Baghdad oleh tentara Hulagu Khan yang akhirnya harus menghadapi kemunduran yang signifikan.














BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sejarah Sekilas Kerajaan Mongol
Masa Mongol dalam sejarah kebudayan islam dimulai sejak jatuhnya Baghdad tahun 656 H / 1258 M.[1] Kekuasaan Mongol membujur dari perbtasan India di sebelah Timur sampai keperbatasan Siria di sebelah Barat. Di daerah mongol ini berdiri daulah Elhaniah yang menguasai daerah irak dan Prsia lalu digantikan olehdailah Timuriyah. Turkinistan dan Afghanistan dikuasai oleh daulah Syagtaniyah yang kemudian juga direbut oeh daulah Timuriyah.
Bangsa Mongol berasal dari daerah pegunungan Mongolia. Nenek moyang mereka bernama Alanja Khan yang mempunyai dua putra kembar, Latar dan Mongol. Kedua putra itu melahirkandua suku bangsa besar,yaitu Mongol dan Tatar .[2]Mongol mempunyai anak bernama Ilkhan, yang melahirkan keturunan bangsa Mongol di kemudian hari.
Kerajaan Mongol pertama kali di pimpin oleh raja Jinghis Khan, Jinghis Khanmembuat seluruh orang-orang Mongol menjadi kekuatan politik dan militer yang terbesar di Asia.[3] Dia menundukkan negeri-negeri Asia Tengah dan Asia Barat dengan cepat. Tetapi pada masa Jenghis Khan, dunia islam terpecah belah, saling serang satu sama lain, sehingga tidak ada kerajaan besar yang menjadi tumpuan harapan umat islam pada masa itu. Dengan demikian masa Mongol ini merupakan masa perpecahan yang sangat parah di dalam sejarah kebudayaan islam.[4]
B.     Pendidikan Islam Masa Mongol
Kondisi pendidikan islam pada masa Mongol adalah sebagai berikut :
1)      Berpindahnya pusat ilmu
Kegiatan ilmu yang pada masa Abbasiyah berpusat di kota Baghdad, Bukhara, Naaisabur, Rai, Cordova,Sevilla ketika kota-kota tersebuthancur maka kegiatan ilmu berpindah ke kota-kota  kairo, Iskandariyah, Usyuth, faiyun, Damaskus, Hims, dan kota lain di Mesir dan Syam.[5]
2)      Tumbuhnya ilmu-ilmu baru
Dalam masa ini mulaai matang ilmu muron ( sosiologi ) dan filsafat tarikh ( phylosophy of  history ) dengan munculnya Mukaddimah ibnu Khaldun sebagai kitab pertama dalam bidang ini, juga mulai disempurnakan penyusun ilmu politik, ilmu tata usaha, ilmu peperangan dan ilmu kritik sejarah.
3)      Kurangnya kutub khannah
Dalam zaman ini banyak perpustakan besar yang musnah bersama segala kitabnya karena terbakar atau tenggelam di tengah-tengah suasana yang kacau waktu penaklukan Mongol, atau pemusnahan kitab-kitab dan perpustakaan akibat terjadinya pertentangan sensit antara firqah-firqah agama atau karena menjadi rusaknnya kertasdan mengaburkan tinta akibat lapuk dimakan usia.
4)       Banyaknya sekolah dan mausu’at
Dalam masa ini sekolah-sekolah yang teratur tumbuh subur, terutama dimesir dan syam dan yang menjadi pusatnya adalah kairo dan damaskus.
5)       Penyelewengan ilmu
   Dalam zaman ini, umat islam dan kaum terpelajar banyak yang melarikan diri ke dunia pembahasan saja apalagi ketika persatuan politik tidak ada lagi, umat islam makin tenggelam kepada bidang pembahasan saja bahkan lama-kelamaan jatuh kelembah mistik dan khurofat.[6] Dalam masa ini bergegasa ilmu mereka pergunakan untuk mengkhidmati agama saja aatu mistik dan khurofat, misalnya ilmu falak hanya untuk menetapkan waktui sholat, sementara ilmu bintang untuk meramal.
   Dan dalam aspek sosial politik juga sangat mempengaruhiperadaban islam pada masa itu, sosial politik pada masa itu mengalami kevakum,an hampir di semua wilayah, gerak laju umat islam tiba-tiba terhenti dan beberapa sektormenjadi ambruk. Dengan kata lain, umat islam benar-benar mengalami kemunduran pada aspek sosial budayanya.[7]
C.      Mongolia Dalam Lintasan Sejarash islam
   Pada awalnuya agama bangsa mogolia adalah shemanisme. Yang mereka tetap megakui adanya tuhan yang maha esa , tetapi mereka tidak beribadah kepada-Nya , mereka menyembah arwah jahat, yang mmereka yakini bisa mendatangkan bencana serta keselamatan.[8] Agama seperti itu tidak bertahan lama, karena disaming itu mereka berkenalan dengan agama-agama yang memiliki teologi yamg sistematis sesuai dengan tuntutan logika dan ketika bangsa mongol berkenalan dengan agama yamg lebih teratur seperti budha, kristen apalagi islam. Mereka segera terpengaruh dan meninggalkan agama shaman.
            Disini umat islam sangat dibebci oleh berbagai kalangan agama, sangat sulit bagi kaum islam untuk bersaing dengan agtama budha dan agama kristen, karena umat islam pada saat itu barusaja mengalami pukulan hebat. Kota-kota yang tadinya merupakan pusat-pusat ilmu hampir semuanya telah nenjadi puing-puing.[9]
            Di balik kesulitan itu akhirnya mongol dan suku-suku pengikutnya tunduk juga kepada kaum muslimin yang telah mereka injak-injak sebelunya, dan raja mongol yang pertama kali masul islam adalah Barakakhan. [10] 









BAB III
PENUTUP
A.    ANALISA
Menurut kami, sejarah kerajaan Mongol merupakan masa-masa kemunduran sejarah peradaban islam. Yang dimana dalam hal ini agama-agama Non-islam banyak menguasai daerah negara barat dan negara timur, dan telah kita ketahui Baghdad yang sebagai pusat kebudayaan dan peradaban islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan telah dilenyapkan oleh pasukan orang-orang Mongolia yang dipimpin oleh Hulagu Khan.
Dan menurut kami, orang-orang islam pada masa ini sangat mengalami keterpurukan, karena pada masa kerajaan Mongol ini khususnya, agama yang menguasai adalah agama Budha dan Kristen.
Namun pada akhirnya, orang islam yang pada masa itu mereka injak-injak dapat memulihkan peradabannya kembali, dan bangsa Mongol serta suku-suku pengikutnya tunduk juga terhadap kaum muslimin.

B.     KESIMPULAN
1). Kerajaan Mongol yang berasal dari nenek moyang mereka “Mongol” yang mempunyai anak Ilkhan dan kemudian melahirkan keturunan pimpinan Mongol dikemudian hari.
2). Pendidikan Islam masa Mongol mengalami pasang surut, tapi terlebih pendidikan pada masa itu banyak mengalami kemerosotan.
3). Pada Sejarah Peradaban, Islam mengalami kemerosotan. Tetapi pada akhirnya mengalami kejayaan.

DAFTAR PUSTAKA

Fadli . Pasang Surut Peradaban Islam Dalam Lintas Sejarah. Malang :UIN Malang Press, 2005
Mahmudunnasir, Syed. Islam Kosepsi dan Sejarahnya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005
 Sunanto, Musyrifah. Sejarah Islam Klasik. Jakarta: Kencana, 1991
Yati, Badri. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,  2006
http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Mongolia.akses :24/10/2011





[1] Musyrifah Sunanto,  Sejarah Islam Klasik (Jakarta: Kencana, 1991) hal: 193
[2] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam ( Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,  2006) hal: 111

[3]  Syed Mahmudunnasir,  Islam Kosepsi dan Sejarahnya. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005) hal: 273

[4] http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Mongolia.akses :24/10/2011
[5] Musyrifah Sunanto,  Sejarah Islam Klasik (Jakarta: Kencana, 1991) hal: 194
[6] Ibid, hal: 196
[7] Fadli . Pasang Surut Peradaban Islam Dalam Lintas Sejarah. ( Malang :UIN Malang Press, 2005) hal : 225
[8] http://id.wikipedia.org/wiki/Kekaisaran_Mongolia.akses :24/10/2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar