Sabtu, 04 Februari 2012

Kemunduran dan Kebangkitan Islam di Turki

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Di era globalisasi ini, banyak para masyarakat dan khususnya bagi para pelajar yang acuh tak acuh dengan sejarah Negara, apalagi sejarah paradaban islam. Dewasa ini mereka hanya memandang sejarah sebagai dongeng yang membosankan untuk di dengar. Padahal , sejarah, apalagi sejarah peradaban islam sangat penting bagi mereka, mereka dapat mengambil pengetahuan diantaranya adalah mengetahui “Kemunduran dan Kebangkitan islam di berbagai Negara, khususnya “ Kemunduran dan Kebangkitan Islam di Turki”.

  1. Rumusan Masalah

1. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kemunduran umat islam?

2. Bagaimana periodisasi kebangkitan islam turki?

3. Bagaimana islam di turki pada masa modern?

C. Tujuan Pembahasan

1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyababkan kemunduran umat islam.

2. Untuk mengetahui periodisasi kebangkitan islam di turki.

3. Untuk mengetahui islam di turki pada masa modern.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Kemunduran umat islam

Dunia islam saat ini mempunyai luas wilayah mencapai sekitar 31,8 juta km atau 25%dari seluruh luas dunia,dari Indonesia sebelah timur hingga sinegal sebelah barat dan dari utara Turkestan hingga keselatan mozambik, dan jumlah kaum muslimin lebih dari 1,3 miliyar orang[1].

Tapi kuantitas umat islam yang begitu besar belum di imbangi dengan kualitasnya, sehimgga kondisi umat islam sangat tertinggal oleh dunia barat (Kristen). Kelemahan umat islam tersebut disebabakan oleh faktor-faktor berikut:

1. Umat islam kurang menjalankan akidah islam yang luas.

2. Umat islam kurang melaksanakan hokum Allah.

3. Umat islam kurang menerapkan amar ma’ruf nahi mungkar.

4. Umat islam kurang menjalankan jihad.

5. Umat islam telah terjebak dalam perbedaan-perbedaan internal ketamakanduniawi.

6. Umat islam terlalu santai dan kurang memperhatikan kepentingan umat.

7. Umat islam terpengaruh arus pemikiran barat yang merusak.

8. Umat islam mengalami perpecahan dan pertikaian.

9. Upaya keras non islam dalam mengalahkan umat islam[2].

Secara garis besar umat islam mengalami kemunduran dikarenakan kurang memperhatikan pelaksanaan ajaran agamanya dan dominasi Negara-negara barat dalam bidang politik dan peradaaban. Menyadari kondisi yang demikian umat islam berusaha bangkit untuk mengejar ketinggalan[3].

  1. Kebangkitan islam di turki

Negara–negara arab pada abad pertengahan mengalami kemajuan, namun akhirnya, Negara-negara itu sedikit mengalami kemrosotan dalam bidang kebudayaan dan kekuasaan.diantara Negara-negara arab pada masanya, kerajaan turki utsmani merupakan kerajaan terbesar dan paling lama berkuasa (1281-1924)[4].

Pada 1834, Sultan Mahmud II, meresmikan akademik militer yang bernama Mektab’I Ulum’I Hrbiye, juga terdapat gerakan pembaharuan Tanzimat’I Khairiye yang terkenal sejak sultan Abd al-majid (1839-1861) putra Mahmud II. Tokoh utama dalam periode tanzimat adalah Mustafa Pasya dan Mahmed Sadik Rifat Pasya. dalam pokok pemikiran mereka, Turki hanya dapat mencapai peradaban modern barat bila dapat menciptakan suasana damai dan menjalin hubungan baik dengan Negara-negara barat : dalam pelaksanaanya, ternyata periode tanzimat melahirkan akumulasi kekuasaan di tangan sultan, sebagai Sultan ’Abd al-Aziz (1861-1876) semakin otoriter, sikap otoriter itu berlanjut sampai ‘Abd al-Rahman II (1876-1909) yang menyebabkan munculnya kelompok penentang absolutisme yang di kenal dengan Committee on Union and Progress (CUP) yang menggalang kekuatan dengan para buangan politik Turki yang di Paris, Jenewa dan Kairo, yang tokohnya Murad Bey,Ahmed Reza dan Pangeran Sabahhudin.

Akhirnya, gerakan pembaharuan yang dikatakan berhasil membawa perubahan adalah gerakan nasionalisme yang di pelopori Mustafa Kemal, Yusuf Akcura dan Zia Gokalp. Instrument yang digunakan adalah partai rakyat yang didirikannya pada 6 desember 1922, Mustafa Kemal juga terpilih sebagai presiden pada 1922. pada tanggal 3 maret 1924, Grand National Assembly secara resmi menghapus lembaga kesultanan dan khilah. Semenjak itulah , kekaisaran turki Utsmani di lupakan dan muncullah turki modern[5].

  1. Islam di Turki pada masa modern

Turki sekarang ini daerahnya terdapat di kota konstantinopel (Istanbul), bukan lagi penguasa dunia tetapi , turki tetap menjadi salah satu tempat strategis pada bola dunia karera merupakan pintu gerbang ke timur tengah dan masih mengusai selat-selat vital yang menghubungkan laut hitam dan laut tengah. Turki juga salah satu Negara timur tengah yang lebih berkembang dan mempunyai ikatan militer dan ekonomi yang kuat dengan eropa barat.

Bangsa Turki pertama antara lain, suku saljuk berpindah ke turki dari seberang pegunungan Ural Altik , bagian barat dari padang rumput Mongolia. Kerajaan Seljuk di kepung oleh tentara pasukan salib dan pasukan mongol , dan akhirnya , wilayah ini jatuh kecabang lain bangsa turki yaitu turki utsmani. Bani utsmani menduduki konstantinopeldan merdirikan suatu kakaisaran yang menjadi salah satu kekuatan besar di dunia[6].

Akhir kehancuran imperium turki utsmani terjadi setelah perang dunia I. dalam perang itu bangsa turki bersekutu dengan jerman dan Austria yang mengalami kekalahan. Sebagai akibat dari perjanjian perdamaian Sevres, kerajaan itu hamper kehilangan semua daerah kekuasaannya. Oposisi terhadap perjanjian itu di pimpin oleh kaum nasionalis di bawah Mustafa kemal. Dia mengumpulkan tentara turki untuk mengusir tentara pendudukan. Sultan Utsmani yang terkhir di gulingkan dan pada tahun 1923 Republik turki dibentuk, kemal menjadi presiden pertama.perjanjian sevres dig anti dengan perjanjian Lausanne (1923) yang menetapkan batas-batas turki sekarang ini. Turki di bawah kepemimpinan Kemal ada suatu Negara yang terbelakang serta tertimpa penyakit kebodohan (90%r rakyat buta huruf) dan kemiskinan. Kekaisaran Utsmani menggunakan abjad arab, Kemal mersa huruf itu sulit di pelajari. Untuk mendorong melek huruf dan membawa negaranya lebih dekat ke barat, dia memerintahkan di pakainya abjad romawi. Dalam kekaisaran Utsmani, rakyat tidak mempunyai nama keluarga, Kemal memerintahkan semua orang turki mengambil nama keluarga. Sedangkan Kiemal sendiri di beri gelar Ataturk ( bapak bangsa turki) 1938, setahun sebelum Perang Dunia II pecah, Kemal Ataturk meninggal.

Konstitrusi 1961 menetapkan turki sebagai republic dengan Dewan Agung Nasional, yang sebagian besar anggotanya di pilih langsung oleh rakyat. Keputusan menjadi Negara sekuler diambil bangsa turki setelah kerajaan ottoman(Utsmani) mengalami kemunduran dan kekalahan yang dialamatkan kasalahannya pada keberadaan turki sebagai kerajaan islam tahun 1955, partai islam Refah menang dan erbakan menjadi perdana menteri. Refah memperjuangkan islam model khas turki sesuai dengan aspirasi massa islam, refah bukan partai islam militran atau fundamentalis, tapi partai moderet yang menjunjung nilai demokraso dan pluralisme.

Partai keadilan dan pembangunan (AKP) yang memerintah saat ini,mencalonkan Abdullah Gul sebagai presiden. Tanggal 23 juli 2007 partai tersebut merayakan kemenangannya dengan mendapatkan 340 dan 540 kursi di parlemen. Pengamat menilai bahwa kemenangan besar partai yang menyatakan sebagai partai islam itu mencerminkan semakin longgarnya dukungan masyarakat turki, atas nilai sekularisme yang diteruskannya reformasi ekonomi di turki dan upaya Negara itu untuk bergabung dalam Uni Eropa dibawah kapemimpinan Erdogan ang ka inflasi telah menurun. Investasi asing meningkat dan pertumbuhan ekonomi mencapai rata-rata 7.0 per tahun.presiden turki saat ini adalah Abdullah Gul (28-08-2007 sampai sekarang), sedang perdna mentrinya adalah Recep Tayyip Erdogan (12 maret 2003-sekarang).

D. KEMAJUAN-KEMAJUAN DI TURKI UTSMANI

Akibat kegigihan dan ketangguhan yang dimiliki oleh para pemimpin dalam mempertahankan Turki Usmani membawa dampak yang baik, sehingga kemajuan-kemajuan dalam perkembangan wilayah Turki Usmani dapat diraihnya dengan cepat, sehingga Turki Usmani mencapai puncak kejayaan pada masa Muhammad II (1451-1484 M). Usaha ini ditindak lanjuti oleh para raja-raja berikutnya, sehingga dikembangkan oleh Sultan Sulaiman al-Qonuni. Ia tidak mengarahkan ekspansinya kesalah satu arah Timur dan Barat, tetapi seluruh wilayah yang berada disekitar Turki Usmani itu, sehingga Sulaiman berhasil menguasai wilayah Asia kecil. Kemajuan dan perkembangan wilayah kerajaan Usmani yang luas berlangsung dengan cepat dan diikuti oleh kemajuan-kemajuan dalam bidang kehidupan lain yang penting, diantaranya sebagai berikut[7]:

a) Bidang Kemiliteran dan Pemerintahan

Untuk pertama kalinya, Kerajaan Turki Usmani mulai mengorganisasi taktik, strategi tempur dan kekuatan militer dengan baik dan teratur. Sejak kepemimpinan Ertoghul sampai Orkhan adalah masa pembentukan kekuatan militer. Perang dengan Bizantium merupakan awal didirikannya pusat pendidikan dan pelatihan militer, sehingga terbentuklah kesatuan militer yang disebut Jenissari atau Inkisyariah (pasukan khusus kerajaan Usmani).

b) Bidang Ilmu Pengetahuan dan Budaya

Kebudayaan Turki Usmani merupakan perpaduan bermacam-macam kebudayaan diantaranya adalah kebudayaan Persia, Bizantium dan Arab. Dari kebudayaan Persia mereka banyak mengambil ajaran-ajaran tentang etika dan tata karma dalam istana raja-raja. Organisasi pemerintahan dan kemiliteran banyak diserap dari Bizantium, dan ajaran tentang prinsip-prinsip ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan, keilmuan dan huruf diambil dari Arab (Toprak, 1981: 60). Dalam bidang ilmu Pengetahuan di Turki Usmani tidak begitu menonjol, Karena mereka lebih memfokuskan pada kegiatan militernya, sehingga dalam khasanah Intelektual Islam tidak ada Ilmuan yang terkemuka dari Turki Usmani.

c) Bidang Keagamaan

Agama dalam tradisi masyarakat Turki mempunyai peranan besar dalam lapangan sosial dan politik. Masyarakat digolongkan berdasarkan agama, dan kerajaan sendiri sangat terkait dengan syariat sehingga fatwa ulama menjadi hokum yang berlaku. Kemajuan-kemajuan yang diperoleh kerajaan Turki Usmani tersebut tidak terlepas daripada kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, antara lain:

§ Mereka adalah bangsa yang penuh semangat, berjiwa besar dan giat.

§ Mereka memiliki kekuatan militer yang besar.

§ Mereka menghuni tempat yang sangat strategis, yaitu Constantinipel yang

berda pada titik temu antara Asia dan Eropa.

E. KEMUNDURAN KERAJAAN TURKI USMANI

Kemunduran Turki Usmani terjadi setelah wafatnya Sulaiman Al-Qonuni. Hal ini disebabkan karena banyaknya kekacauan yang terjadi setelah Sultan Sulaiman meninggal diantaranya perebutan kekuasaan antara putera beliau sendiri. Para pengganti Sulaiman sebagian besar orang yang lemah dan mempuyai sifat dan kepribadian yang buruk, juga karena melemahnya semangat perjuangan prajurit Usmani yang mengakibatkan kekalahan dalam menghadapi beberapa peperangan. Ekonomi semakin memburuk dan system pemerintahan tidak berjalan semestinya. Selain factor diatas, ada juga faktor-faktor yang menyebabkan kerajaan Turki Usmani mengalami kemunduran, diantaranya adalah[8]:

a) Wilayah Kekuasaan yang sangat luas

Perluasan wilayah yang begitu cepat yang terjadi pada kerajaan Turki menyebabkan pemerintahan merasa kesulitan dalam melakukan administrasi pemerintahan, terutama masa pemerintahan Sultan Sulaiman.

b) Heterogenitas Penduduk

Sebagai kerajaan besar yang merupakan hasil ekspansi dari berbagai kerajaan mencakup Asia kecil, Armenia, Irak, Syria dan Negara lainnya. Maka di kerajaan Turki terjadi heterogenitas penduduk, dari banyaknya dan beragamnya penduduk, maka administrasi yang dibutuhkan juga harus memadai. Tetapi, pada masa Sulaiman tidak memiliki administrasi pemerintahan yang bagus, ditambah dengan kepemimpinannya sangat lemah dan mempunyai perangai yang jelek.

c) Kelemahan para Penguasa

Setelah Sultan Sulaiman wafat tejadi pergantian penguasa. Penguasa-penguasa tersebut memiliki kepribadaian dan kepemimpinan yang lemah, akibatnya pemerintahan menjadi kacau dan susah teratasi.

d) Budaya Pungli

Budaya ini telah merajalela yang mengakibatkan dekadensi (kemerosotan) moral, teritama dikalangan pejabat yang sedang merebut kekuasaan.

e) Pemberontakan Tentara Jenissari

Pemberontakan Jenissari terjadi sebanyak 4 kali yaitu pada tahun 1525 M, 1632 M,1727 M dan 1826 M. Pada masa belakangan pihak Jenissari tidak lagi menerapkan prinsip seleksi dan prestasi, keberadaanya didominasi oleh keturunan dan golongan tertentu yang mengakibatkan pemberontakan-pemberontakan.

f) Merosotnya Ekonomi

Akibat peperangan yang terjadi secara terus menerus maka biaya pun semakin membengkak, sementara belanja Negarapun sangat besar, sehingga perekonomian kerajaan Turki pun merosot.

g) Terjadinya Stagnasi (kemacetan) dalam Lapangan Ilmu dan Teknologi

Ilmu dan Teknologi selalu berjalan beriringan sehingga keduanya sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Kerajaan Turki kurang berhasil dalam pengembangan ilmu dan teknologi, karena hanya mengutamakan pengembangan militer. Tidak Kemajuan militer yang tidak diimbangi dengan kemajuan ilmu dan teknologi menyebabkan kerajaan Turki tidak sanggup menghadapi persenjataan mesuh dari Eropa yang lebih maju.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Secara garis besar umat islam mengalami kemunduran dikarenakan kurang memperhatikan pelaksanaan ajaran agamanya dan dominasi Negara-negara barat dalam bidang politik dan peradaaban.

Turki tetap menjadi salah satu tempat yang pali strategis di dunia, karena merupakan pintu gerbang ke Timur Tengah dan masih menguasai selat-selat vital yang menghubungkan Laut Hitam dan Laut Tengah. Bani Utsmani menduduki konstantinopel dan mendirikan satu ke kaisaran yang menjadi salah satu kekuatan besar di dunia.

Akhir kehancuran Imperium Turki Utsmani terjadi setelah perang dunia I. Pada perang ini, bangsa Turki bersekutu dengan Jerman dan Austria yang mengalami kekalahan. Presiden Turki saat ini adalah Abdullah Gul ( 28 Agustus 2001- sekarang) dan perdana mentrinya adalah Recep Tayyib Erdogan ( 12 maret 2003 – Sekarang ).



[1] Ahmad Choirul Rofiq. Sejarah peradaban islam (dari masa klasik hingga modern). Ponorogo: STAIN press. 2009. hlm 283.

[2] Ibid. Hml. 285

[3] Ibid. hlm 286

[4] Thohir. Ajid. Perkembangan peradaban di kawasan dunia islam,(Edisi . I , cet .I. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Persada. 2004). Hal 180.

[5] Ibid. hlm. 289.

[6] Ibid. hlm. 291

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar